Jumat, Maret 19, 2010

Tips Kesehatan dan Iridiologi

Beberapa waktu lalu, seorang temen ngobrolin berbagai macam hal sampe nyrempet2 soal kebiasaan org2 yg berhubungan dengan kesehatan. Kebetulan temen g ini punya keahlian ngeliat kondisi kesehatan seseorang melalui mata (namanya apa yah? g mesti nyari dulu neh nama ilmunya hihihi...). Setelah g googling, nemu jg nama ilmunya : Iridiologi. Ini adalah salah satu bentuk ilmu kedokteran alternatif yang bersifat preventif, menggunakan pola, warna, dan keadaan fisik dan iris mata untuk memberikan informasi tentang beragam penyakit yang mungkin ada di dalam diri si pemilik iris mata.

Berhubung temen g ini tertarik dg bidang kesehatan, meskipun peserta pelatihan iridiologi sebagian besar adl dokter, dia pede aja ngikut pelatihannya. Nah pas kita ngobrol ngalur ngidul dia jg sharing beberapa hal yg berhubungan dg pola hidup kita sehari2. Dan beberapa hal yg g inget, pengin g sharing di sini, sekalian buat ngingetin diri g sendiri jg.

1. Makan buah/minum jus sebaiknya tidak sehabis makan besar

Berdasar kebiasaan, umumnya org cuci mulut menggunakan buah. Padahal secara kesehatan kebiasaan tsb bukan hal yg tepat. Krn buah sifatnya ringan dan kandungan di dalamnya adl air dan vitamin, sedangkan makan besar sifatnya sampah dan lambung bekerja berat, maka makan buah/minum jus setelah makan besar bersifat sia2. Kalo pun mau makan buah/minum jus sebaiknya diksh jangka waktu 1-1.5 jam setelah makan besar atau malah sebelum makan besar. Makanya sering disarankan minum jus pagi hari sebelum sarapan, sekaligus sbg detoks.

2. Minum setelah makan besar bukan kebiasaan yg baik

Krn spt yg g bilang di atas, makan besar berarti membuat lambung bekerja keras, sementara memasukkan air berarti mencampur aduk "semua sampah" shg memperberat kerja lambung, maka minum banyak setelah makan besar sangat tidak disarankan. Sebaiknya setelah makan kita hanya minum seteguk dua teguk, sambil berkumur untuk membuang sisa2 makanan yg menempel di gigi kita. Baru setelah 1-1.5 jam kita boleh minum banyak. Minum banyak pada waktu yg tepat akan membantu kerja ginjal dg lebih baik.

3. Makan daging makhluk hidup sebaiknya dikurangi

Meskipun g sendiri belum bisa sama sekali menghindari makan daging (baik biba, ayam maupun sapi) tapi sebaiknya kita memang menghindari konsumsi daging2an ini. Hal ini berdasarkan teori bahwa membunuh binatang2 ini menyebabkan mrk kesakitan sebelum mati, shg mrk mengeluarkan suatu enzim yg akan mempengaruhi sifat manusia, akibatnya kita gampang emosi, temperamental dsbnya. Hal tsb dipengaruhi oleh enzim yg dikeluarkan binatang2 tsb menjelang kematiannya.

4. Seseorang yg memiliki bakat glaukoma sebaiknya menghindari pantulan cahaya matahari secara langsung

Salah satu hasil ngobrol2, klo ada yg keluarga qt yg memiliki bakat (atau keturunan) glaukoma sebaiknya  qt menghindari pantulan cahaya matahari langsung, spt klo keluar rumah sebaiknya menggunakan kacamata hitam atau jangan membaca di bawah pantulan cahaya matahari di atas jam 9 pagi, meskipun umumnya glaukoma menyerang para manula, tp akhir2 ini ditengarai glaukoma jg menyerang kaum muda. Salah satu diagnosis terkena/memiliki bakat glaukoma adl tekanan bola mata tinggi. Sebenernya kebutaan akibat glaukoma dapat dicegah apabila msh dalam stadium dini. Artikel mengenai glaukoma yg g ambil dari RS Mata dr.Yap akan g taruh dipostingan tersendiri, tujuannya biar postingan g ini ga panjang2 amirrr....

Hmmmm...apalagi yah? kayaknya sementara itu dulu deh, ntar klo g ada yg inget g tambahin lagi deh...!

--------------------------------
Sekarang g mo share tt ilmu Iridiologi yg g ambil dari Kabar Indonesia dan Kompas Cyber Media

Iridology, Cara Intip Penyakit Lewat Mata
Oleh : Lady Asther Laura (kabar indonesia)

KabarIndonesia - Mata adalah jendela kehidupan, itu satu hal yang rasanya perlu kita camkan dalam hati. Melalui mata, kita dapat mengetahui perasaan dalam diri seseorang bahkan melalui mata juga kesehatan kita dapat diketahui. Bukan hanya kesehatan masa lalu atau masa kini tapi yang akan datang termasuk kesehatan yang disebabkan oleh faktor genetika. Mengintip penyakit lewat mata dapat dicoba melalui  iridology.

Iridology adalah suatu ilmu yang mempelajari tanda-tanda yang terdapat pada  struktur jaringan IRIS mata. Tanda yang terdapat pada iris merupakan representasi gambaran detail kondisi badan secara keseluruhan.  Iris adalah perluasan dari otak, sehingga apa yang terekam di otak dapat terlihat dalam serabut iris mata yang sebagai bentuk khas sesuai dengan kondisi organ tersebut. Pemeriksaan mata dengan iridology bertujuan untuk merekflesikan kondisi berbagai organ di dalam badan.  Sedangkan pemeriksaan mata oleh dokter mata hanya untuk melihat penyakit dan kondisi pada mata itu sendiri.

Filosofi iridology ditekankan pada pengobatan kepada pasien, bukan pada penyakitnya. Dengan mengetahui gangguan  yang menyebabkan keluhan atau penyakit pada seseorang, kita tidak hanya diobati penyakitnya saja tetapi dapat dicegah untuk meemperoleh tingkat kesehatan yang lebuh baik.

Kelebihan Iridiology

- Dapat meramalkan suatu kondisi, jauh sebelum timbulnya suatu kelainan atau gejala penyakit (diagnosa dini) - Dapat merekomendasikan upaya yang harus dilakukan untuk menghindari kondisi yang lebih buruk (preventif)
- Dapat merekomendasikan upaya yang harus dilakukan untuk penyehatan yang lebih baik (kuratif)
- Dapat digunakan untuk mengetahui efektifitas suatu pengobatan yang telah dilakukan (follow-up therapy).

"Dengan iridology seseorang dapat mengetahui derajat kesehatan tubuh, keseluruhan kekuatan & kelemahan tubuh (stronger & weakness), kelemahan & kekuatan organ, jaringan atau sendi, endapan racun dalam organ jaringan dan sendi, metabolisme dan penyerapan dalam sistim pencernaan, kelelahan & stress fisik (capek) atau stress mental pada tubuh, potensi mudah lupa, cepat mengantuk dan gangguan pola tidur, akibat polusi lingkungan dan makanan pada tubuh, tingkat kekebalan tubuh terhadap penyakit, kualitas energi saraf dalam tubuh dan tingkat penuaan (aging proses dalam tubuh)," ujar dr. Bertha Herlina, MD, pemilik klinik medis alternatif di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara ini.

Mengenal Iridiologi
oleh : Hendra Priantono (Kompas Cyber Media)

Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan sebuah pengobatan adalah ketepatan mendefinisikan penyakit yang diderita. Salah dalam menentukan penyakit bisa memberikan akibat fatal.  Iridiologi adalah “membaca” kondisi kesehatan melalui iris mata. Pengetahuan yang dikembangkan sejak tahun 1920-an inilah yang ditekuni Y. Willianto S. Jasa pelayanannya dapat diperoleh di klinik integratif Husada Buwana.

Asep (38), warga Bogor, ingin tahu deteksi penyakit melalui iris mata. Ia lalu menjumpai Y. Willianto S., David Candra W., dan Tirta Himawan praktisi pengobatan alternatif dari Klinik Husada Buwana (HB), Surabaya, yang secara kebetulan sedang road show ke Jakarta dan Bekasi, untuk memperkenalkan metode pengobatan integratif (menggabungkan berbagal macam keahlian) di Klinik Shanghai, Jakarta Pusat.

David menuturkan kliniknya kerap “hadir” di beberapa kota seperti di Malang, Kediri, Banyuwangi, dan Denpasar. Mereka jemput bola, mendatangi pasien yang tertarik dengan iridiologi.

Lewat iridiologi, Asep diketahui mengidap hipertensi, asam urat, stres, maag, serta gangguan pencernaan dan pernapasan. Pria asal Sukabumi ini merasa beruntung, karena dibandingkan pemeriksaan di laboratorium, iridiologi relatif lebih murah dan tidak membutuhkan waktu lama.

“Hasil pemeriksaan iridiologi lebih terarah dan waktunya tak begitu lama, sekitar 15 menit. Harganya juga relatif murah,” kata Asep.

Selanjutnya Asep diterapi tusuk jarum magnet oleh Tirta. Asep juga mendapatkan penyuluhan secara panjang lebar dari David soal herbal dan nutrisi yang harus diasup. Namun, David tidak selalu menyarankan setiap pasien untuk mengasup obat buatannya.

Menurutnya, tidak semua keluhan dapat dibereskan dengan obat. Pasien saja disarankan melakukan diet, banyak minum air putih, olahraga, atau memperbaiki pola hidup. David baru akan menulis resep bila pasien memang butuh obatnya.

Cara Kerja Iridiologi

Lebih jauh soal iridiologi, Willi, demikian sang iridiolog itu biasa disapa, mengatakan mata bukan lagi sebagai jendela hati, melainkan jendela kesehatan. Iridiologi adalah salah satu bentuk ilmu kedokteran alternatif yang bersifat preventif, menggunakan pola, warna, dan keadaan fisik dan iris mata untuk memberikan informasi tentang beragam penyakit yang mungkin ada di dalam diri si pemilik iris mata.

Lewat iridiologi, diharapkan penyakit dapat ditangkal sejak dini karena bisa menelusuri gangguan kesehatan yang sedang dialami seseorang. Kondisi semua organ tubuh memang berhubungan langsung dengan keadaan iris mata. Bagaimana cara kerjanya? Willi menguraikan, dalam metode ini, iris mata adalah perpanjangan dari otak yang diliputi ribuan ujung saraf, pembuluh darah rambut, termasuk otot-otot dan jaringan ikat.

“Setiap organ tubuh yang dihubungkan dengan iris melalui sis tern urat saraf dan serabut saraf juga menjadi refleksi dari kondisi tubuh seseorang dan organnya,” papar pria yang telah enam tahun menjadi iridiolog ini. Dari situ, iris dapat mencatat informasi tentang status dan fungsi dari setiap organ di dalam tubuh, derajat peradangan, dan keracunannya.

Untuk memeriksa kondisi iris mata pasien, Willi menggunakan kamera digital, monitor televisi, dan lampu. Fungsi kamera digital untuk memotret iris mata.

Prosesnya tak berbeda dengan pemeriksaan iris mata oleh dokter mata. Dagu pasien diletakkan pada sebuah sandaran, sehingga iris mata bisa tepat berada di lensa kamera digital yang digunakan untuk memotret. Setelah pas, baru dijepret. Supaya gambar dan hasil pemotretan mudah dianalisis, kamera tersambung ke layar televisi.

Gambar iris mata tampak lebib besar di layar teve. Pada gambar itu jelas sekali terlihat penampang mata, mulai dari garis-garis sampai pembuluh darah di bola mata.

Gambar di layar televisilah yang menuntun Willi untuk melihat kondisi kesehatan pasien. Contohnya, kelainan akut ditandai dengan munculnya tanda atau warna keputihan seperti kabut di iris mata. Hal itu menandakan sedang terjadi peradangan. Kelainan subakut ditandai dengan munculnya warna abu-abu, sedang kelainan degeneratif warna hitam.

Iris bagian kanan mewakili organ-organ yang berada di sebelah kanan tubuh, begitu juga untuk iris bagian kiri mewakili organ-organ tubuh bagian kiri. Meski demikian, ada juga organ yang diwakili di kedua iris atau di satu iris saja, semisal limpa.

Tanda-tanda yang ada di bola mata disesuaikan dengan bagan iridiologi. Deteksi suatu gangguan bisa dilihat dari bercak-bercak yang ada di mata pasien. Gambaran pada penampang bola mata adalah gambaran objektif. Bercak-bercak hitam itu berarti sinyal atau peringatan dari organ bersangkutan.

Willi mencontohkan, jika bercak hitam ada di lokasi kaki pada iris mata, kemungkinan masalahnya ada di kaki. Bila bercak hitam ada di wilayah paru-paru, kemungkinan pasien mengalami gangguan di organ itu.

“Sebenarnya warna hitam, kelabu, dan putih pada iris mata sifatnya tidak statis. Perubahan warna menjadi lebih terang atau cerah pada iris menunjukkan adanya perbaikan organ. Sebaliknya, jika warna semakin gelap, berarti kelainan yang terjadi semakin parah,” ujarnya.

Kondisi tubuh yang sehat tercermin pada iris berwarna hitam bening tanpa bercak. Nah, bila ada gangguan penyakit, misalnya kanker payudara, akan terlihat bercak lurus, bulat, dan segiempat. Keberadaan ring berwarna putih di sekitar iris berarti pasien memiliki kadar kolesterol tinggi.

Keluhan stres dan gangguan ginjal ditandai bercak berwarna kecokelatan. Gambaran adanya endapan toksin atau racun di dalam tubuh ditandai bercak berwarna oranye atau kuning.

Agar pendeteksian lebih akurat, ia menggunakan prosedur medis berupa tes tekanan darah, detak jantung, dan urin. Dari situ, ia akan lebih mudah menentukan jenis penyakit yang tengah diderita pasien.

Meski memahami beberapa teknik pengobatan alternatif, ia tidak menangani semua keluhan yang dirasakan si pasien. Ia selalu merujuk pasien pada terapis yang juga berpraktik di Klinik HB atau dokter spesialis. Pada kasus Asep, setelah diperiksa, ia disarankan untuk menjalani akupuntur magnet.

Akupuntur Magnet

Selain iridiologi, Klinik HB memberikan layanan akupuntur magnet, akupresur, refleksi, infra merah, moksibasi, kop, dan herbal. Tirta menjelaskan, akupuntur magnet yang ada di Klinik HB sebenannya sama dengan akupuntur umumnya. Perbedaannya, akupuntur jarum masuk pada jaringan kulit, sedangkan akupuntur magnet tidak.

“Akupuntur magnet hanya menekan-nekan kulit pada garis meridian tubuh. Daerah yang tersasar pun lebih luas. Salah satu daerah yang ditusuk atau ditekan selalu menggunakan 2 jenis magnet, yakni magnet negatif dan positif, yang saling memberikan rangsangan.

Akupuntur magnet cocok bagi pasien yang takut jarum. Penggunaan jarum magnet juga dimaksudkan untuk menghemat dari segi pembelian jarum akupuntur,” kata Tirta.

Kesehatan adalah investasi berharga yang harus dijaga. Mengetahui lebih awal kondisi tubuh adalah tindakan bijak. Demikian prinsip layanan satu atap yang dikembangkan di Klinik HB. Pemeriksaan iridiologi butuh waktu 15 menit, sedangkan sekali terapi pengobatan sekitar 10-30 menit.

David menguraikan, biaya untuk sekali pemeriksaan iridiologi Rp 50.000, dan sekali terapi Rp 75.000. Harga tersebut belum termasuk biaya obat herbal. ***

hhmmm...ada yg tertarik periksa kesehatan dg Iridiologi?

Catatan g : pssssttt...kata temen g, lewat iris mata ini ada garis yg bisa nunjukin keperawanan jg lhohhh...tp temen g blom dikasih tau yg mana hihihi...uda nanya tp ga dikasih tau tuh...hihihi....

Tidak ada komentar: